Biologi Umum

KONSEP HIDUP DAN TEORI ASAL MULA KEHIDUPAN

 A. Perbedaan antara Makhluk Hidup dan Tidak Hidup

Ciri utama makhluk hidup sehingga dapat dibedakan dari makhluk tidak hidup, yaitu bahwa makhluk hidup :

  1. Mampu bergerak aktif
  2. Mampu tumbuh dan berkembang
  3. Mampu mengadakan metabolisme
  4. Mampu bereproduksi
  5. Mampu menanggapi rangsangan yang datang

Sedangkan pada makhluk yang tidak hidup ciri-ciri tersebut tidak dimiliki.

B. Ciri Struktural dan Fungsional Makhluk Hidup

  • Nutrisi

Sistem pencernaan makanan untuk pembentukan tubuh dan penyusunan tubuh.

  • Transportasi

Sistem pengedaran zat-zat keseluruhan bagian tubuh.

  1. Respirasi

Pernapasan untuk memperoleh oksigen yang dipakai untuk mengubah makanan menjadi energi.

  • Ekskresi

Sistem penularan sisa-sisa hasil respirasi berupa : CO2, H2O, amoniak, dan urea.

  • Sintesa

Proses penyusunan zat-zat baru yang diperlukan untuk tumbuh, berkembang dan reproduksi.

  • Regulasi

Sistem pengaturan keserasian proses-proses dalam tubuh.

  • Gerak

Kemampuan berpindah tempat sebagian atau seluruh tubuh.

  • Iritabilita

Kemampuan menanggapi rangsang berupa perubahan fisika.

  • Transpormasi

Kemampuan perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Misalnya energi kimia diubah menjadi energi mekanik untuk kontraksi otot.

  • Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan adalah pertambahan berat, volume, ukuran luas yang tak kembali (irreversible), sedangkan perkembangan adalah proses menuju tahap dewasa.

  • Reproduksi

Kemampuan memperbanyak diri untuk mempertahankan kelestarian jenis.

  • Adaptasi

Kemampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.

 C. Teori Asal Mula Kehidupan

Beberapa orang ahli mencoba mengemukakan teorinya tentang dari mana asal mula kehidupan. Pada dasarnya teori-teori tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut :

  • Teori Abiogenesis

Pencetusnya Aristoteles (Yunani, 384-322 SM). Dalam bukunya Historia Animalium, beliau mengemukakan bahwa : “Makhluk hidup berasal dari benda mati (Abiogenesis) yang terjadi secara tiba-tiba (generatio spontanea).

Pendukungnya John Nedham, percobaannya dengan merebus daging lalu kaldunya dibiarkan beberapa hari sehingga menjadi keruh karena banyak mikroorganisma yang kemudian diyakini berasal dari kaldu.

Dengan penemuan mikroorganisma direndam dalam air jerami oleh Antnie Van Lewenhock maka para pendukung teori abiogenesis menganggap bahwa kemampuan itu memperkuat teorinya, walaupun lewenhock sendiri tidak mendukungnya.

  • Teori Biogenesis
    1. Fransesco Redi, percobaannya dengan keratan daging pada gelas yang dibiarkan beberapa hari sehingga banyak timbul ulat yang meyakini bahwa ulat tersebut muncul dari lalat yang bertelur di daging tersebut.
    2. Lazaro Spalanzani, dengan percobaan air kaldunya berkesimpulan bahwa mikroorganisma yang terdapat dalam kaldunya berasal dari mikroorganisma yang melayang-layang di udara. Tetapi baik Redi maupun Spalanzani tidak berhasil meruntuhkan Abiogenesis.
    3. Louis Pasteur, dengan prinsip percobaan Spalanzani dan menggunakan tabung leher angsa ia berhasil menumbangkan Abiogenesis sehingga timbul teori baru yaitu teori Biogenesis, yaitu omni vivum ex ovo, omne ex vivo, omne vivum ex vivo, secara ringkas “Kehidupan sekarang berasal dari kehidupan sebelumnya”.
  •  Konsep Hidup Menurut Biologi Modern
    1. Oparin (Rusia) dalam bukunya The origin of life mengemukakan pandangannya tentang teori asal mula makhluk hidup, anggapan dasar dan prosesnya ternyata sejalan dengan pandangan Haroln Urey (Amerika Serikat) yaitu kehidupan pertama terjadi di atmosfer melalui reaksi fisika-kimia sebagai berikut :

Gas :       CH4

               NH3         Radiasi, Kosmis

                                       Asam amino      Protein      Asam nukleat     Virus

               H2            Halilintar

               H2O

  1. Stanley Miller (1953), Amerika

Adalah murid Urey yang berhasil membuktikan kebenaran teori gurunya pada tahap awal, dengan membuat alat yang dapat membentuk campuran gas CH4, NH3, H2, dan H2O, lalu dialiri listrik yang bertegangan tinggi sehingga terbentuk endapan asam amino.

Selanjutnya para ahli menghubungkan keberadaan asam amino dengan makhluk hidup :

a)        Asam amino adalah penyusun protein.

b)        Protein adalah senyawa utama dalam protoplasma.

c)        Protoplasma adalah bagian yang hidup dari sel.

d)       Sel merupakan bagian terkecil dari suatu kehidupan makhluk hidup.

e)        Sehingga asam amino merupakan penyusun makhluk hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: